Dana CSR Tak Maksimal, Perusahaan Siap-siap Ditutup

img

Kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang)

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KELAY-  Kurang lebih dari 10 perusahaan beroperasi di wilayah Kecamatan Kelay. Tetapi, kehadiran perusahaan itu dinilai belum dapat memberikan sumbangsih yang sesuai dengan harapan masyarakat, terutama buat pembangunan lokasi perusahaan.

Keluhan itu disampaikan oleh Camat Kelay, Toris, pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kelay.

Dihadapan pejabat eksekutif maupun legislatif daerah, dirinya menyampaikan kondisi memprihatinkan sebagai akses menuju kampung. Padahal, di wilayah itu berdiri perusahaan sawit dimana dirinya menyebut memiliki profit yang besar.

"Ada 7 perusahaan besar yang bisa dibilang keuntungan mereka itu miliaran per bulannya, dan itu ada kami datanya, Mereka, ada bantuan tapi itu hanya bersifat formalitas,misalnya saat hari raya baru dikeluarkan proposal tapi tidak sesuai dengan harapan kami,"ucapnya Senin,(7/3/22).

Disebutkan Toris,untuk di Kecamatan Kelay sendiri perusahaan perkebunan sawit lebih dominan ke Sungai Lesan. Sedangkan ,dari pusat pemerintah kecamatan ke wilayah kampung di hulu Sungai Kelay itu dominan perusahaan kayu. Dirinya pun mengharapkan, perusahaan yang beroperasi di wilayah itu seharusnya dapat berkontribusi untuk pembangunan infrastruktur kampung.

Umumnya,melalui program corporate social resposibillity (CSR) dari perusahaan yang punya profit besar untuk membantu peningkatan akses jalan dan jembatan yang menghubungkan 5 kampung, yaitu Panaan, Long Duhung, Long Lamcin, Long Keluh, dan Long Suluy.

"Sehingga ini pun menjadi prioritas utama bagi kami, terutama untuk akses. Tidak hanya itu, kalau bisa mereka menyumbang untuk kami, sebab puskemas pembantu yang menaungi 14 wilayah kampung kami ini belum ada satu pun yang memiliki ambulance,"ungkapnya.

Hal ini pun ditanggapi oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih yang meminta setiap perusahaan untuk melek terhadap kebutuhan kampung. Terutamanya, untuk fasilitas kesehatan dan juga akses. Dirinya pun menyampaikan kepada setiap perwakilan perusahaan yang hadir saat Musrenbang itu untuk diteruskan kepada manajemen perusahaan.

"Butuh partisipasi dari perusahaan yang ada melalui CSR, ini harus ditindaklanjuti. Ada 7 perusahaan tapi CSR belum maksimal, ini sangat disayangkan,"ucapnya.

 

Bahkan, dalam agenda itu pun pihak eksekutif bersama pihak legislatif sebagaimana disuarakan oleh Ketua DPRD Berau, Madri Pani, mulai bertindak tegas kepada perusahaan yang tidak maksimal dalam menjalankan program CSR untuk pembangunan kampung.Tidak main-main, Madri Pani mengatakan, apabila perusahaan yang tidak berkontribusi harus siap-siap ditutup.

Ditargetkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, perusahaan dalam 3 bulan ini harus merealisasikan ambulance untuk dioperasikan di Puskesmas Pembantu Kecamatan Kelay.

"Kalau ada perusahaan yang tidak maksimal, saya meminta pihak kampung dan kecamatan adakan musyawarah untuk ajukan penutupan perusahaan itu,"tegasnya.

"Perwakilan perusahaan harus sampaikan kepada pimpinan manajamennya, nanti dari kami akan berikan waktu 3 bulan, pihaknya akan mengecek apakah Ambulance itu sudah ada atau belum," tambahnya.

Sedangkan, salah satu perwakilan perusahaan yang diwakili oleh Eprianto mengatakan, memang beberapa perusahaan disebut sedang krisis finansial. Namun, dikatakan oleh dirinya setiap perusahaan dengan profit besar siap untuk memaksimalkan kontribusi.

"Memang untuk di waktu pandemi ini kami sedang krisis, tetapi akan kami ajukan terutama untuk perusahaan dengan profit besar, sehingga sebelum 3 bulan kami sudah sediakan ambulance,"pungkasnya.(sep)